Bengkel Sepeda Motor
Mesin DOHC dengan Roller Rocker Arm
PUBLISHED ON 22 Juli 2017Bengkel Sepeda Motor Sedang merapihkan sepeda motor jaman dahulu buatan tahun 1985 (Winoue), sampai pada bagian pasang kepala silinder pasang pelatuk klep – rocker arm, bagian yang seperti jungkat-jungkit mainan anak TK, naik-turun meneruskan gerak bentuk tonjolan poros bubungan – camshaft. Dengan semakin maju rancang bangun dan bahan maka pabrikan dapat meningkatkan efisiensi mesin yang digunakan oleh sepedamotor. Dengan peningkatan efisiensi maka akan makin banyak tenaga hasil pembakaran yang dapat disalurkan ke roda belakang. Produsen sepedamotor bukan bengkel modifikasi yang meningkatkan tenaga dengan ganti knalpot (berisik), filter udara yang lebih lancar, perbesar kapasitas mesin (bore-up, stroke-up) ada batasan dan aturan dasar yang harus tetap ditaati oleh produsen sepedamotor. Batasan pertama adalah kapasitas mesin, misalnya kelas 100cc, 150cc, 250cc, jadi kapasitas mesin tetap, kemudian harus kuat, aman, tahan lama, dan lolos uji laik darat dari dinas yang berwenang supaya bisa dapat plat nomor dan digunakan aman di jalan raya umum. Efisiensi adalah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dengan modal yang sama, sekarang kita fokus ke bagian penggerak katup, valve train. Motor bakar siklus Otto yang paling effisien adalah yang menggunakan sistem penggerak katup OHV – Over Head Valve karena kubah ruang bakar dapat dibentuk kecil, kompresi mesin tinggi, tenaga maksimal. Efisiensi OHV : – Poros bubungan (camshaft) dipindah dari posisi bawah ke atas, jadilah OHC – Over Head Camshaft, efisiensi mengurangi berat beban kerja mekanis yang bekerja bolak-balik, batang penekan (push rod) pada mesin OHV dihilangkan. – Poros bubungan ditambah 1 lagi, total menjadi 2 buah, lahirlah istilah DOHC – Double Over Head Camshaft dan SOHC – Single Over Head Camshaft , efisiensi mengurangi berat beban kerja mekanis yang bekerja bolak-balik, pelatuk klep pada mesin OHC dihilangkan, ruang bakar/kompresi dapat dibuat lebih kecil, busi dapat ditempatkan pada posisi tengah ruang bakar, ledakan pembakaran lebih merata menekan piston. – Jumlah katup ditambah, katup masuk 2-3 buah, katup buang 2 buah per silinder; 4/5 kecil lebih ringan daripada 2 besar, efisiensi volume udara bahan bakar yang masuk/keluar juga lebih baik. Efisiensi lanjutan… setelah menghilangkan beban mekanis kini giliran mengurangi gesekan : – Pelatuk klep pada mesin SOHC dipasang Roller (bearing), camshaft yang dahulu langsung menggesek pelatuk klep sekarang dapat berputar lebih ringan, lebih banyak hasil tenaga mesin disalurkan ke roda belakang. DOHC walaupun lebih sedikit kerugian beban mekanis bolak-balik namun gesekan antar komponen cukup lumayan, gesekan camshaft dengan valve lifter (bucket), kemudian gesekan valve lifter dengan kepala silinder, valve lifter ini juga beban mekanis bolak-balik. DOHC dengan rocker arm pernah diterapkan oleh Kawasaki GPX250R, kemudian diganti dengan valve lifter.
Roller Rocker Arm
sumber :
Workshop Manual HONDA CRF250L – 2013
DOHC yang pakai Valve Lifter bagaimana ? Penggunaan DOHC dengan Valve Lifter lebih ke arah mesin putaran tinggi, power maksimal di rpm tinggi, untuk kondisi jalan yang tidak macet, yang belum DOHC atau belum RRA, juga baik-baik saja, tidak perlu resah, tetap semangat dan bahagia. Tidak semua keinginan dapat dipenuhi oleh satu model, masing-masing ada kelebihan dan kekurangan, pilih yang paling cocok dengan kebutuhan, karakter dan paling utama sesuai dengan kantong anda.
Referensi tambahan:
– DOHC Pertama
– Mesin Skutik Efisien
– Kawasaki DOHC dengan Rocker Arm




Komentar
Posting Komentar